SNMPTN

Teknik Sipil – ITB

Teknik Sipil – ITS

semoga lolos, amin…

Add comment July 3, 2009

Terima Kasih ya Tuhan

Memang, disaat kita berbeda dari kebanyakan orang ada juga rasa takut. Takut akan tidak bisa menjadi seperti kebanyakan orang, takut dikucilkan, takut dilupakan dan ketakutan lainnya. Tetapi kalaulah kau sudah membuat keputusan, ya jalani keputusanmu itu! Jangan gugup! Aku harus lebih keras memotivasi diri!

Mungkin memang takdirku tidak bisa menjadi seorang pilot atau insinyur yang kucita-citakan sejak kecil. Ya, semua seakan tidak jelas untuk saat ini. Tapi, kalaulah sekarang aku mundur. Itu akan lebih berbahaya lagi! Bismilah, kuputuskan untuk hadapi sajalah. Takdir, qodo dan qodar.

Dan benar juga kata orang, cari pengalaman yang banyak dalam hidup. Hidup cuma sebentar. Yang abadi adalah hidup sesudah mati. Janji Tuhan kepada umatnya yang selalu berbuat baik adalah surga. Semoga aku dan lainnya bisa mendapatkannya. Amin.

Pertemuan Agung Manusia dengan Sang Pencipta Yang Maha Esa. Rasanya, ingin cepat aku bertemu denganmu Tuhan. Banyak yang ingin aku tanyakan. Hahaha.

Terima kasih Ya Tuhan, tanpa perlu jauh-jauh aku ke Tanah SuciMu, pelajaran ini bisa kudapat. Di tanah kelahiranku sendiri.

Terima Kasih ya Tuhan YME!

Berikan aku ketenangan.

6 comments June 14, 2009

Kenapa mesti ragu? Toh Tuhan masih ada!

Keraguan! Itu yang harus kusingkirkan dari hidupku! Ya, orangtuaku memang dulu mendidikku dengan cara yang salah, tetapi Alhamdulillah sekarang mereka mulai menyadari kesalahan mereka itu. Dan untuk pelarianku dari masalah ini, seringkali aku melakukan petualangan sendiri. Sendiri bukan berarti aku tak senang bersosialisasi, ada kalanya saat kuajak teman ternyata dia sedang berhalangan, atau ada juga yang menganggap rencanaku aneh. Hahaha, jadi, sudah, berangkat saja. Rasa penasaran menghilangkan keraguanku! Hahaha, tiba-tiba kutemukan jawabannya. Hidup, koleksilah pengalaman! (materi membantu juga).

Ya, benar! Jangan kau lupakan dirimu! Sadari tanggung jawab pribadimu. Sampai detik ini aku masih terus berusaha untuk dapat bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri, self-correction.

***

Untuk menambah pengalaman tentulah harus dilakukan petualangan. Tapi bukan berarti aku harus melakukan apa yang tidak kusuka.  Setiap pribadi punya prinsip yang berbeda satu sama lain yang harus dihormati oleh sesama pribadi. Kita ini bukan hewan Bung! Berikan alasan yang jelas, dan semua akan berjalan lancar. Yaa, aku memang benci penindasan, benci penjajahan, dalam bentuk apapun!

Tapi aku tertarik dengan satu hal ini, yaitu petualangan! Materi yang cukup memang akan membawa kita dalam kesenangan, akan tetapi kalau berlebihan? Sampai akhirnya kita diperbudak oleh materi tersebut? Mungkin kita akan menjadi gila…

Lihatlah kedalam (umumnya) keluarga-keluarga borjuis. Mungkin dari luar mereka tampak senang, pada foto tampak anggun. Tetapi alangkah banyaknya rutinitas-rutinitas yang hanya itu-itu saja. Formalitas. Stagnan! ibaratnya Aku mau keluar, tetapi begitu ada kesempatan, aku bingung harus melakukan apa diluar?

Aku pernah mengalami yan demikian. Ya, memang sulit menghadapi keadaan seperti itu. Tetapi, cobalah langkahkan saja kakimu keluar, dan dunia akan menyambutmu! Kau akan melihat betapa berwarnanya dunia. Progresif tidak stagnan! Tetapi agaknya pengalamanku masih kurang, masih banyak orang yang lebih senior. Masih harus banyak belajar.

Yaa, keraguan. Musuh terbesar dalam hidup. Hhh, memang hidup akan lebih komplit kalau kita sudah merasakan sensasi-sensasi dari petualangan tersebut.

Memang selama bangsa kita dijajah, sikap petualang bangsa kita dikekang, baik oleh instansi-instansi, orang tua, aturan kolot, atau mungkin … diri kita sendiri.

Dari bertualang kita bisa melatih diri untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri, mengerti tanggung jawab pribadi. Dan aku mendapat pelajaran berharga: Tak akan dianggap pemimpin sejati, apabila diri sendiri masih belum mampu dipimpin. Memang jauh lebih susah memimpin diri sendiri.

Dan, penutup. Seperti diawal. Kenapa mesti ragu? Toh Tuhan masih ada!

Add comment May 27, 2009

Ujian yang Asli

Sabar…

Allah bersama orang yang sabar

sebelum kau mengajarkan orang tentang kesabaran, sabarkan dulu dirimu

Jangan kau ladeni dengan berlebihan nafsumu itu, berbahaya

maaf ya Allah, aku tidak mungkin bisa seperti para Rasul dan Nabi-mu, kesabaran mereka luar biasa…

aku cuma mau berkata:

Kuyakin, hanya mahkamah akherat buatanMu-lah yang adil.

Hidup kita bermanfaat bagi orang lain dan alam semesta beserta isinya, itulah eksistensi kita sebagai  m a n u s i a  ciptaanNya.

Add comment January 27, 2009

beralih ke keyboard DVORAK, masih jaman keyboard QWERTY?

simpelan mana?

simpelan mana?

dvorak_beginner_movement1Keyboard DVORAK !

Itu keyboard yang didesain supaya kita bisa ngetik lebih efisien!

mau tahu keefisienannya? liat gambarnya…

Tangan kita akan ngerasa lebih nyaman apabila mengetik dengan sistem 10 jari dengan keyboard DVORAK daripada QWERTY, Karena penempatan hurufnya efisien, perpindahan antar huruf tidak jauh seperti di keyboard QWERTY.

Sekilas cerita tentang DVORAK :

August Dvorak, pencipta papan mesin ketik Dvorak yang dianggap jauh lebih efisien dibanding papan ketik QWERTY (tetapi gagal menggantikan papan ketik QWERTY), dikabarkan meninggal dengan kesedihan yang mendalam. Di ranjang kematiannya dia berseru, “I’m tired of trying to do something worthwhile for the human race. They simply don’t want to change.

Kisah keberhasilan papan ketik QWERTY menghadapi alternatif-alternatif yang ditawarkan seperti sistem Dvorak sudah sering kita dengar. Banyak penjelasan yang telah diberikan seperti QWERTY berhasil karena telah menciptakan network effect yang sulit untuk diruntuhkan.

Kasian juga August Dvorak… Padahal keyboardnya efisien lho…

Jadi, berani coba DVORAK?

caranya tinggal copot semua tombol kibor dengan obeng, lalu pasang lagi sesuai layout DVORAK dan setting di control panel-regional and language options-languages-details (di Windows XP).

3 comments December 27, 2008

Keberagaman

Bangga oi jadi orang Indonesia!

Di negara mana sih yang ada keberagaman sebanyak ini? Cuma disini, di Bumi Nusantara!

Hmmm… emang sih pemerintahnya korup parah!!! Cuma saya yakin suatu hari nanti mereka akan mendapat  b a l a s a n  yang setimpal dari rakyat!

Hehehe, hakim di negeri ini bukan MPR/DPR/MA atau yang lainnya, tetapi langsung  r a k y a t.

Nah, tanah subur, alam indah, tidak kalah dengan luar negeri! Sisa-sisa peradaban kuno juga ada. Dan itu harus lebih diteliti lagi…

Tetapi sayang, pemerintah sekarang sangat kurang memperhatikan sejarah…

Parahnya lagi, di sekolah-sekolah. Kebanyakan para siswa hanya memperhatikan nilai-nilai dan nilai-saja.  Seakan nilai itu adalah tuhannya. *lebay ni… hehehe. Yang dibawah standar kelulusan, duuhhh gitu lah. Tapi yang penting nanti setelah generasi tua mati, kita harus tanamkan. Tidak ada di dunia ini yang bodoh, semua bisa mendapat nilai 100, tetapi kecepatan menyerap pelajarannya saja yang berbeda. Kalau kita tidak menghormati perbedaan tersebut, berarti kita tidak menghormati yang menciptakan kita… dan jadinya… tuhan kita ya nilai itu tadi…( hiiii…… )

itu fenomena pendidikan di sini.

Tapi kok saya bangga? Jawabannya:

masih ada dan banyak orang-orang yang mau berjuang memperbaiki keadaan ini, mereka itu tidak kelihatan, tidak ada di lembaga-lembaga apapun. Tetapi mereka melihat keadaan sekitar sampai menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Petani, tukang sayur, tukang bakso, tukang tambal ban, tukang gorengan, dsb…

Apa artinya aku ini bila dibanding kalian? Aku tidak berpenghasilan, masih belum bisa mandiri, tetapi aku ingin mandiri… hehehe

Nah, coba pembaca lihat. Itu hanya sebagian kecil masalah di Bumi Nusantara ini. Tetapi kami, orang Indonesia. Masih bisa bertahan dengan permasalahan seperti itu. Kami tidak menangis saat nilai ujian kami remedial, kami tidak menyerah, tetap berjuang-mencari peluang. *mungkin ini berlaku buat pelajar ya… hehehe, saya masih pelajar sih…

nothing can stop us!

Dengan banyaknya perbedaan di Indonesia tercinta, kami belajar untuk saling menghargai. Menghargai apa yang telah dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita.

merdeka!!!

3 comments December 21, 2008

d a m a i

Buat yang suka ngebom, jangan ngebom2 lagi ya nanti pas natal dan tahun baru. Demi kenyamanan bersama…

Add comment December 21, 2008

Teis.

Nih ada thread dari http://www.kaskus.us/showthread.php?p=56017429

dahsyat gaan, inspiratif!

nih threadnya…

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan…

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
sia-sia…

Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…

Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja…

Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak
berbuat apa lagi…

Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap
syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…

TUHAN TAHU…

2 comments December 8, 2008

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah

Saat ini mungkin sedang heboh-hebohnya para ilmuwan membahas tentang fenomena penyelarasan galaksi yang akan terjadi pada tahun 2012. Coba saja Anda cari data-datanya di internet dan Anda cocokkan dengan keadaan sekarang.

Ok, sekarang mari kita lihat apakah sejarah itu benar-benar pelajaran yang membosankan? Tidak! Mengapa? Karena siapa orang yang tidak senang apabila diceritakan tentang masa kecilnya? hehehe….

Tapi perhatian pembaca sekarang coba fokuskan ke sisa-sisa peradaban kuno di dunia ini. Seperti misalnya Candi Borobudur, Piramida di Mesir, Bangsa Maya, Bangsa Lemuria, dsb.

Ada lagi penemuan baterai purba di Baghdad, legenda Sangkuriang yang mengisahkan tentang proses terbentuknya kota Bandung (ada kecocokan antara penelitian ahli geografi dan legenda tersebut tentang sejarah terbentuknya Kota Bandung, baca buku : Bandoeng, beeld van een stad)

Bukankah itu semua menunjukkan bahwa manusia pernah mencapai suatu era kemajuan teknologi yang (mungkin) lebih modern dan lebih ramah lingkungan daripada masa sekarang? Itulah sepenggal fenomena s e j a r a h yang tidak bisa didapati di sekolah-sekolah umum saat ini. Hampir seluruh sekolah umum mengajarkan sejarah sebatas menghafalkan tanggal suatu peristiwa tanpa mengetahui apa m a k n a dari peristiwa tersebut. Hampir semua hanya mengabdi kepada selembar kertas ujian dan angka sakti yang bernama Nilai. Hei pembaca, apakah Anda merasa cara belajar yang seperti itu adalah cara belajar yang baik?

Memang, kalau menurutku hanya ada satu modal belajar, yaitu rasa ingin tahu. Kemauan untuk mempelajari dan bukan berarti terpaksa. Karena memang kita sebenarnya tunduk pada satu hukum alam yang bernama p r o s e s. Sekarang coba Anda tanyakan kepada para audiophillers, “Menurut Anda, mana yang lebih bagus, rekaman analog dengan piringan hitamnya atau rekaman digital dengan mp3-nya?”. Maksud rekaman yang bagus disini adalah saat didengar(diputar kembali, sound reproducing) enak didengar, noise level rendah, dsb. Mereka pasti menjawa rekaman analog dengan piringan hitamnya. Mengapa? Jawabannya, karena proses pembuatan piringan hitam itu dan rekaman analog memang memakan waktu yang lama, lebih lama dari proses perekaman digital. Tapi, kalau Anda lihat musisi-musisi yang sempat merasakan era rekaman analog, kebanyakan semuanya musisi berkualitas! Sedangkan kalau Anda lihat output dari rekaman digital. Kebanyakan mereka kurang berkualitas. Sekali lagi, mengapa? Itulah Pembaca, saat proses rekaman analog, semua dilakukan s a t u k a l i. Nah, sebelum mereka(musisi) merekam musik mereka. Mereka berlatih dahulu sampai bisa. Baru setelah mereka yakin mereka merekam musik mereka.

Memang, sekarang masih ada yang mempertahankan kualitas (co: Dream Theater lagunya panjang beneerrrrr hehehe…. tapi maennya rapi…) . Tetapi yang ecek-ecek banyak. Mengapa? Karena rekaman digital saat ini dapat membuat Anda tidak perlu susah-susah mengulang dari awal apabila ada kesalahan dalam perekaman musik. Cukup betulkan di bagian yang salah!

Tetapi ini semua kembali ke human factornya. Tujuan utama dibuat rekaman digital adalah mulia, agar proses perekaman lebih efisien. Tetapi ternyata dibalik itu ada yang lebih berbahaya! Yaitu budaya instan! Tak perlu bisa menyanyi bagus, karena nanti bisa dibetulkan dengan komputer (hehehe, teknologi emang pisau bermata dua). Nah, cobalah sesekali Anda bandingkan suara yang dihasilkan dari piringan hitam dan dari mp3.

Hehehe, jadi melenceng nih topiknya pembaca…

Tapi sebenarnya itulah sejarah yang sedang kita torehkan sekarang, sejarah Zaman Digital. Dimana pada zaman ini bilangan biner (bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1) sedang jaya-jayanya. Tapi, sekarang karena instan (yang menggoda) tadi telah membuat alam menjadi tidak seimbang lagi. Entah bagaimanakan kelanjutan dari tinta sejarah yang kita torehkan saat ini nanti.

Yang jelas alam telah memberikan contoh kepada kita, misal: Jarum kompas itu terbuat dari baja. Karena sifat kemagnetan baja sukar hilang tetapi saat kita mau membuat sebuah baja itu menjadi magnet sangatlah sulit. Berbeda dengan besi yang gampang dibuat menjadi magnet, tetapi sifat kemagnetannya mudah hilang!

Jadi, masih mau yang instan-instan?
(Mau lah, Indomi, kalo laper, terus cuma ada itu doang di lemari, terus duit abis…. mau makan apalagi? hehehe…)

sekian!

SSW

4 comments November 4, 2008

Saat di Sekolah

sebuah c e r p e n (sangat pendek malah… hehehe) :

Siang itu di kelas, sulit aku melihat ke arah whiteboard karena cahaya matahari yang terpantul kuat dari permukaan whiteboard, rasanya memang lebih baik kapur dan blackboard pikirku. Hitam, ya warna itu banyak menyerap cahaya, sehingga tidak menimbulkan pantulan yang mengganggu pandanganku ke blackboard itu. Tapi siang ini pikiranku benar-benar hitam, pusing aku mendengarkan penjelasan guru mata pelajaran itu. Tanpa pembuktian, dia cepat sekali merumuskan. Semua murid disuruh menghapalkan. Bingung aku, rasanya lebih baik aku membaca sendiri buku-buku pelajaran itu di rumah. Huff, kenapa masih ada saja guru seperti itu di zaman sekarang? pikirku.

Akhirnya tiba waktunya istirahat, leganya. Kuputuskan untuk pergi ke perpustakaan saja untuk membaca koran. Memang, selama KBM harian berjalan itu membuatku sulit membaca buku-buku lain yang menarik, setiap hari hanya dicekoki hapalan saja. Pulang sore, langsung tidur. Selesai membaca koran, pas sekali bel masuk berbunyi. Dan, aku baru ingat kalau hari ini ada ulangan saat pelajaran sejarah, tepat setelah istirahat itulah waktu pelajarannya. Akhirnya aku memasuki kelas, dan kulihat semua bingung menghapalkan tanggal dan nama tokoh. Dan aku-pun semakin heran, sampai kapan pelajar-pelajar Indonesia tahan dengan pola belajar yang kacau ini?

3 comments October 23, 2008

Previous Posts


Blog Stats

Top Clicks

Meta

Blogroll

 

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031