Novel :
5 cm (Donny Dhirgantoro)
Bercerita tentang jangan takut untuk meraih mimpi.
The Alchemist (Paulo Coelho)
Bercerita tentang ikuti kata hatimu dalam bertindak. (lebih dari itu si sebenernya…)
buku lain menyusul…
Novel :
5 cm (Donny Dhirgantoro)
Bercerita tentang jangan takut untuk meraih mimpi.
The Alchemist (Paulo Coelho)
Bercerita tentang ikuti kata hatimu dalam bertindak. (lebih dari itu si sebenernya…)
buku lain menyusul…
Bangun tidur
tidur lagi
bangun tidur
tidur lagi
banguuuunnnnn
tidur selamanya….
Terima kasih karena mbah udah mengajarkan kita untuk selalu tertawa susah maupun senang…… dan rezeki udah ada yang ngatur…
Ngapain kita marah-marah kalo masih bisa tertawa?
Haaaa haaaa haaaa, I love you full…..
Memang, disaat kita berbeda dari kebanyakan orang ada juga rasa takut. Takut akan tidak bisa menjadi seperti kebanyakan orang, takut dikucilkan, takut dilupakan dan ketakutan lainnya. Tetapi kalaulah kau sudah membuat keputusan, ya jalani keputusanmu itu! Jangan gugup! Aku harus lebih keras memotivasi diri!
Mungkin memang takdirku tidak bisa menjadi seorang pilot atau insinyur yang kucita-citakan sejak kecil. Ya, semua seakan tidak jelas untuk saat ini. Tapi, kalaulah sekarang aku mundur. Itu akan lebih berbahaya lagi! Bismilah, kuputuskan untuk hadapi sajalah. Takdir, qodo dan qodar.
Dan benar juga kata orang, cari pengalaman yang banyak dalam hidup. Hidup cuma sebentar. Yang abadi adalah hidup sesudah mati. Janji Tuhan kepada umatnya yang selalu berbuat baik adalah surga. Semoga aku dan lainnya bisa mendapatkannya. Amin.
Pertemuan Agung Manusia dengan Sang Pencipta Yang Maha Esa. Rasanya, ingin cepat aku bertemu denganmu Tuhan. Banyak yang ingin aku tanyakan. Hahaha.
Terima kasih Ya Tuhan, tanpa perlu jauh-jauh aku ke Tanah SuciMu, pelajaran ini bisa kudapat. Di tanah kelahiranku sendiri.
Terima Kasih ya Tuhan YME!
Berikan aku ketenangan.
Keraguan! Itu yang harus kusingkirkan dari hidupku! Ya, orangtuaku memang dulu mendidikku dengan cara yang salah, tetapi Alhamdulillah sekarang mereka mulai menyadari kesalahan mereka itu. Dan untuk pelarianku dari masalah ini, seringkali aku melakukan petualangan sendiri. Sendiri bukan berarti aku tak senang bersosialisasi, ada kalanya saat kuajak teman ternyata dia sedang berhalangan, atau ada juga yang menganggap rencanaku aneh. Hahaha, jadi, sudah, berangkat saja. Rasa penasaran menghilangkan keraguanku! Hahaha, tiba-tiba kutemukan jawabannya. Hidup, koleksilah pengalaman! (materi membantu juga).
Ya, benar! Jangan kau lupakan dirimu! Sadari tanggung jawab pribadimu. Sampai detik ini aku masih terus berusaha untuk dapat bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri, self-correction.
***
Untuk menambah pengalaman tentulah harus dilakukan petualangan. Tapi bukan berarti aku harus melakukan apa yang tidak kusuka. Setiap pribadi punya prinsip yang berbeda satu sama lain yang harus dihormati oleh sesama pribadi. Kita ini bukan hewan Bung! Berikan alasan yang jelas, dan semua akan berjalan lancar. Yaa, aku memang benci penindasan, benci penjajahan, dalam bentuk apapun!
Tapi aku tertarik dengan satu hal ini, yaitu petualangan! Materi yang cukup memang akan membawa kita dalam kesenangan, akan tetapi kalau berlebihan? Sampai akhirnya kita diperbudak oleh materi tersebut? Mungkin kita akan menjadi gila…
Lihatlah kedalam (umumnya) keluarga-keluarga borjuis. Mungkin dari luar mereka tampak senang, pada foto tampak anggun. Tetapi alangkah banyaknya rutinitas-rutinitas yang hanya itu-itu saja. Formalitas. Stagnan! ibaratnya Aku mau keluar, tetapi begitu ada kesempatan, aku bingung harus melakukan apa diluar?
Aku pernah mengalami yan demikian. Ya, memang sulit menghadapi keadaan seperti itu. Tetapi, cobalah langkahkan saja kakimu keluar, dan dunia akan menyambutmu! Kau akan melihat betapa berwarnanya dunia. Progresif tidak stagnan! Tetapi agaknya pengalamanku masih kurang, masih banyak orang yang lebih senior. Masih harus banyak belajar.
Yaa, keraguan. Musuh terbesar dalam hidup. Hhh, memang hidup akan lebih komplit kalau kita sudah merasakan sensasi-sensasi dari petualangan tersebut.
Memang selama bangsa kita dijajah, sikap petualang bangsa kita dikekang, baik oleh instansi-instansi, orang tua, aturan kolot, atau mungkin … diri kita sendiri.
Dari bertualang kita bisa melatih diri untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri, mengerti tanggung jawab pribadi. Dan aku mendapat pelajaran berharga: Tak akan dianggap pemimpin sejati, apabila diri sendiri masih belum mampu dipimpin. Memang jauh lebih susah memimpin diri sendiri.
Dan, penutup. Seperti diawal. Kenapa mesti ragu? Toh Tuhan masih ada!
Sabar…
Allah bersama orang yang sabar
sebelum kau mengajarkan orang tentang kesabaran, sabarkan dulu dirimu
Jangan kau ladeni dengan berlebihan nafsumu itu, berbahaya
maaf ya Allah, aku tidak mungkin bisa seperti para Rasul dan Nabi-mu, kesabaran mereka luar biasa…
aku cuma mau berkata:
Kuyakin, hanya mahkamah akherat buatanMu-lah yang adil.
Hidup kita bermanfaat bagi orang lain dan alam semesta beserta isinya, itulah eksistensi kita sebagai m a n u s i a ciptaanNya.

simpelan mana?
Keyboard DVORAK !
Itu keyboard yang didesain supaya kita bisa ngetik lebih efisien!
mau tahu keefisienannya? liat gambarnya…
Tangan kita akan ngerasa lebih nyaman apabila mengetik dengan sistem 10 jari dengan keyboard DVORAK daripada QWERTY, Karena penempatan hurufnya efisien, perpindahan antar huruf tidak jauh seperti di keyboard QWERTY.
Sekilas cerita tentang DVORAK :
August Dvorak, pencipta papan mesin ketik Dvorak yang dianggap jauh lebih efisien dibanding papan ketik QWERTY (tetapi gagal menggantikan papan ketik QWERTY), dikabarkan meninggal dengan kesedihan yang mendalam. Di ranjang kematiannya dia berseru, “I’m tired of trying to do something worthwhile for the human race. They simply don’t want to change.”
Kisah keberhasilan papan ketik QWERTY menghadapi alternatif-alternatif yang ditawarkan seperti sistem Dvorak sudah sering kita dengar. Banyak penjelasan yang telah diberikan seperti QWERTY berhasil karena telah menciptakan network effect yang sulit untuk diruntuhkan.
Kasian juga August Dvorak… Padahal keyboardnya efisien lho…
Jadi, berani coba DVORAK?
caranya tinggal copot semua tombol kibor dengan obeng, lalu pasang lagi sesuai layout DVORAK dan setting di control panel-regional and language options-languages-details (di Windows XP).
Bangga oi jadi orang Indonesia!
Di negara mana sih yang ada keberagaman sebanyak ini? Cuma disini, di Bumi Nusantara!
Hmmm… emang sih pemerintahnya korup parah!!! Cuma saya yakin suatu hari nanti mereka akan mendapat b a l a s a n yang setimpal dari rakyat!
Hehehe, hakim di negeri ini bukan MPR/DPR/MA atau yang lainnya, tetapi langsung r a k y a t.
Nah, tanah subur, alam indah, tidak kalah dengan luar negeri! Sisa-sisa peradaban kuno juga ada. Dan itu harus lebih diteliti lagi…
Tetapi sayang, pemerintah sekarang sangat kurang memperhatikan sejarah…
Parahnya lagi, di sekolah-sekolah. Kebanyakan para siswa hanya memperhatikan nilai-nilai dan nilai-saja. Seakan nilai itu adalah tuhannya. *lebay ni… hehehe. Yang dibawah standar kelulusan, duuhhh gitu lah. Tapi yang penting nanti setelah generasi tua mati, kita harus tanamkan. Tidak ada di dunia ini yang bodoh, semua bisa mendapat nilai 100, tetapi kecepatan menyerap pelajarannya saja yang berbeda. Kalau kita tidak menghormati perbedaan tersebut, berarti kita tidak menghormati yang menciptakan kita… dan jadinya… tuhan kita ya nilai itu tadi…( hiiii…… )
itu fenomena pendidikan di sini.
Tapi kok saya bangga? Jawabannya:
masih ada dan banyak orang-orang yang mau berjuang memperbaiki keadaan ini, mereka itu tidak kelihatan, tidak ada di lembaga-lembaga apapun. Tetapi mereka melihat keadaan sekitar sampai menunggu waktu yang tepat untuk bertindak. Petani, tukang sayur, tukang bakso, tukang tambal ban, tukang gorengan, dsb…
Apa artinya aku ini bila dibanding kalian? Aku tidak berpenghasilan, masih belum bisa mandiri, tetapi aku ingin mandiri… hehehe
Nah, coba pembaca lihat. Itu hanya sebagian kecil masalah di Bumi Nusantara ini. Tetapi kami, orang Indonesia. Masih bisa bertahan dengan permasalahan seperti itu. Kami tidak menangis saat nilai ujian kami remedial, kami tidak menyerah, tetap berjuang-mencari peluang. *mungkin ini berlaku buat pelajar ya… hehehe, saya masih pelajar sih…
nothing can stop us!
Dengan banyaknya perbedaan di Indonesia tercinta, kami belajar untuk saling menghargai. Menghargai apa yang telah dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita.
merdeka!!!