penjurusan IPA/IPS

May 28, 2008

ini tulisan udah lama gw buat, ada juga di : http://mufidgosip.com/?p=107

gw upload aja biar bisa lo baca…

selamat membaca

SSW Says:

26 March 2008 at 1:05 pm.

Komitmen…
Hmmm… Pemilihan jurusan IPA / IPS itu memang sebuah komitmen, tapi…

Penjurusan IPA / IPS cuma menghasilkan paradigma kolot yang sudah terbukti sampai detik ini!

IPA kebanyakan belajar jadi keblinger, IPS kebanyakan nyantai jadinya keblinger juga…
Kenapa keblinger? Karena kita diatur oleh para pemimpin yang pada keblinger…
Ingin diatas terus tapi gak punya kualitas.

Bukannya saya menjelek-jelekkan salah satu, tetapi tujuan sekolah adalah menuntut ilmu. Tapi kami para siswa tidak terlayani dengan baik untuk menuntut ilmu di sekolah. Itu terbukti dengan banyaknya bimbel-bimbel. Kalau kita sudah terlayani dengan baik di sekolah, itu sudah cukup DAN ITU YANG SEHARUSNYA TERJADI. Saya kira metode penjurusan IPA/IPS itu sudah saatnya di-retul karena sudah terbukti hanya menghasilkan sebuah “paradigma kolot”.

Lebih baik, jika siswa diberi kebebasan untuk memilih mata pelajaran yang ia sukai saja, lalu menjalankannya dengan konsisten (berkomitmen yang kuat). Materi pelajaran di SMA sudah tidak bisa lagi untuk dikuasai secara matang apabila tidak ada pem-fokusan minat pelajaran yang jelas. Makanya, kita melihat mengapa guru di masing-masing bidang studi di SMA adalah “hanya melayani satu bidang studi tiap guru”. Karena materi yang sudah cukup detail itu perlu dimengerti secara mendalam. Saya sekarang merasa seperti ember yang terus-menerus diberikan air tapi tidak dengan takaran yang pas, dan akhirnya air tersebut tumpah juga.

Tapi lain halnya apabila “pem-fokusan mata pelajaran yang diminati” itu dilakukan. Semua orang akan bekerja secara maksimal apabila ia bekerja di bidang yang ia senangi.

Itulah menurut saya “PENDIDIKAN”
Kebebasana memilih mata pelajaran apa yang diinginkan pelajar.

Ilmu Alam dan Ilmu Sosial itu saling berhubungan. Contoh: arsitektur. Ilmu itu bukan hanya berisi cara membuat sebuah bangunan, tetapi juga mengajarkan tentang interaksi bangunan dengan lingkungan tempat bangunan itu berada. Itulah SosioEksakta, menurut saya. dsb…

Dan sekarang hanya Eksakta-nya saja yang terlihat, Sosio(sosial)-nya sudah terkikis. Banyak arsitektur yang kurang menyatu dengan lingkungannya. Apa penyebabnya? Penjurusan IPA/IPS yang hanya menyebabkan adanya sebuah paradigma kolot!

*terserah Anda menanggapinya…


Razia Rambut? Masih Jaman?

May 28, 2008

Coba bayangkan kalau rambut-rambut para prajurit tidak botak. Apa efeknya? Saat bertempur di hutan mungkin aja rambut mereka bisa nyangkut di pohon…

Coba bayangkan kalau rambut-rambut para pelajar gondrong, apa efeknya?

BAYANGKAN PERJUANGAN MEMANJANGKAN RAMBUT (lama) lalu dipotong begitu saja…

s a k i t…

ayolah, sampai kapan mau begitu, boros.

yang muda yang katanya disuruh merubah, tapi yang muda yang dipandang sebelah mata…

jadinya?

hahaha…. mungkin suatu saat ada razia jem*ut dan bulu kaki di Indonesia…

tapiiiiiiiii, jangan sampai-lah… berbahaya itu…

*_gw membuat postingan ini terinspirasi setelah memotong rambut di sebuah barber shop yang bernama “Mahkota”.