prolog puisi perdamaian

June 27, 2008

aku gelisah………

apa yang sebenarnya terjadi?

kutuangkan-lah dalam puisi dibawah….

Interpretasikanlah sesuka Anda……..


Puisi Perdamaian

June 27, 2008

satu……

dua…..

tiga…….

meningkat

terus terus dan terus

panas

kepanasan

tak bisakah kita lihat dunia makin panas

tak bisakah kita berhenti

dari perilaku suka mencari “gara-gara” duluan

walaupun setelah itu kita meminta maaf

tetap lebih baik kalau kita tak memulai “gara-gara” duluan

apakah ada satu manusia yang senang dibentak?

apakah kedamaian tidak pernah diberi kesempatan?

apakah senyum selalu terpinggirkan?

apakah seperti itu terus

Maukah kita dunia yang tanpa bentak-membentak?

Ya, alam pun marah tidak pernah membentak!

Alam marah dan memberi tahu kesalahan manusia secara halus

Alam tidak pernah membentak

Apakah ada manusia yang senang dibentak?

Mengapa perang makin banyak?

Apa kita mau menambah lebih banyak lagi?

tiga……

dua…….

satu……..

dan akhirnya hilang.

berganti

damai

cinta yang sejati

kesetiakawanan yang asli

mungkinkah?

aku tidak tahu……

tapi

aku tidak sendiri…….


Tes 8 jam lamanya…… lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bener

June 12, 2008

Hari ini gw ikut psikotes, lebih tepatnya tes minat dan bakat di LPTUI Salemba (tuh… gw promosiin,,,,). Jadi tes itu tujuannya buat supaya kita tau bakat kita tuh ada dimana si??? Gitu…

Pertama-tama lumayan enak, cuma suruh ngejumlahin bilangan secara berantai. Tapi kertas soalnya selebar kertas koran…. Bisa dibayangin-lah… Tapi untung gak harus diselesaiin semua! Mabok angka gw kalo harus nyelesaiin semua…

Kedua, tes uraian… Disini disuruh ngejawab pertanyaan tentang masalah-masalah yang mungkin aja akan lo hadapin. Misal : Kalo tersesat di hutan tapi lu gak bawa kompas lu harus ngapain? hahahahahaha, siapin rokok di kantong, nyalain, siapin kafan. Kubur diri aja looo, ntar dimakan pohon… (haha,,,, bcanda lah)

Eh, tes selanjutnya seperti biasa-lahhh. Analogi verbal, Logika, Aritmatika, Gambar orang. Emang itu menu wajib psikotes!!! hahaha. Yang paling bikin stress tuh tes logikaaa. Gw pas ngumpulin hasil kerja tes logika sampe sempoyongan jalannya, pas jalan gw hampir nabrak peserta lain. Ntar kalo ketabrak dia ketularan pinternya gw lagi….(hahaha, ngarep???)

waaaa, psikotes emang bikin stress. Penasaran ni jadi pengen tau hasilnya. Ntar kalo bagus hasilnya gw bikin selametan. Kalo jelek hasilnya LPT-UI gw bakar!!!! (hahaha, piss….)

Habis psikotes emang paling enak ngisep 234 sama minum es cendole mas joko (gw promosiin tu, mas Jok) di kodam. Wauuuu!!!


Trip Observasi di SMAN 81

June 8, 2008

Ini adalah suatu program yang bagus di SMAN 81. Di TO ini kita diajak untuk berinteraksi dengan masyarakat desa dan kita (peserta TO maksudnya) diharuskan membuat “charta” yang berisi solusi terhadap desa yang akan kita datangi dan terbuat dari kertas karton yang besar dan boros. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, teknologi pun semakin berkembang. Proyektor LCD, Laptop semakin menguasai kita dari hari ke hari. Bukan tidak mungkin suatu saat laptop akan menjadi kebutuhan personal seperti handphone. Memang- pembaruan itu cepat atau lambat pasti datang. Tapi kenapa saat membuat charta kita masih saja menggunakan kertas karton hitam berukuran besar? Boros kertas. Kalau perusahaan percetakan sekarang sudah memikirkan paperless century, kertas akan semakin langka karena poon untuk membuat kertas akan habis karena terkena dampak global warming. Buktinya semain banyak vendor2 gadget yang memberikan buku panduannya dalam bentuk file pdf. Untuk saat ini memang belum sepenuhnya paperless, tapi mungkin suatu saat… (jangan sampai paperless terjadi, karena kalau terjadi berarti pohon yang digunakan untuk membuat kertas berarti sudah habis…)

Lebih baik kalau presentasi charta itu dibuat dalam bentuk transparansi atau format file ppt. Presentasinya disesuaikan desanya, kalau belum ada listrik bisa menggunakan karton besar, kalau sudah ada listrik tetapi daya listriknya kecil, bisa menggunakan OHP atau LCD proyektor (kalau bisa pihak sekolah membawa genset sendiri, supaya tidak memberatkan desa). Itu lebih praktis daripada membuat charta dengan karton besar.

Lalu, pemotongan rambut menjadi botak…. yang diibaratkan sebagai makna solidaritas (yang sempit). Saya pernah mendengar cerita dari guru sejarah saya di SMP, bahwa kalau komunis itu adalah “samarata-samarasa”, jadi bila di suatu negara komunis, kita dapat menjumpai model rambut, sepatu, baju yang sama semua! (Tidak mencerminkan KEMERDEKAAN!!!). Kata guru sejarah saya.

Kalau tentara dibotak itu tidak masalah, karena  mereka akan menempuh medan berat. Daripada rambut mereka nyangkut makanya dibotak. Dan walaupun saya sudah terbiasa botak dari SD, saya akhirnya merasakan sangat tidak enak kalau rambut yang panjang itu(numbuhin rambut jangan dikira sebentar…) digunting (dibotak) rasanya sangat tidak enaaakkkk!!!!! Saya membenci razia rambut di sekolah karena tidak bermakna!!! (kecuali untuk tahalul kalau naik haji ya…). Lagipula kalau untuk alasan efisiensi lebih baik rambut diikat saat melakukan penjelajahan, dan rute penjelajahan di TO pun tidak ekstrim kan? Lagipula, tidak mungkin dengan peserta sebanyak itu dipilih rute yang sulit, sangat beresiko!!! Kebersamaan hanya dapat dibentuk dengan cara saling memahami, menyelesaikan masalah dengan mufakat, sebagaimana Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentuk karena saling menghargai antardaerah. Seluruh manusia Indonesia berjiwa MERDEKA!!!!!!!!!!! Tiap-tiap kita punya jiwa, pasti terselip walaupun sedikit jiwa merdeka itu!!!

Lalu, ini… yang paling gw sayangkan….

Selama gw ikut TO di desa Cibeber, gw gak pernah melihat orang2 desa sana marah-marah (mungkin ada juga si… tapi selama gw disana gw gak ngeliat). Tapi kenapa kita orang kota yang “terpelajar”, kok malah sibuk dengan kemarahannya sendiri? Maksudnya? Saat kita beradu argumen, berbaris di lapangan, sering sekali terlihat hal2 yang tidak pantas. OSIS membentak peserta TO, dalam argumen kita malah bukannya mencari solusi, malah kita menebar polusi (gontok-gontokan gak ada yang mau kalah). Tapi orang2 desa itu ramah-ramah dan mungkin cuma tertawa melihat itu semua. Mungkin kata mereka “Katanya di buku pelajaran orang Indonesia itu ramah-ramah? Dasar orang kota.” hufff, Harus banyak berguru ni sama kearifan budaya desa.

Lalu tongkat dan tali. Coba bayangkan kalau tongkat dan tali itu dikumpulkan. Berapa biaya yang habis untuk membeli tongkat dan tali itu? Lebih baik (saran) biaya itu dipakai untuk mengubini setiap rumah yang ditumpangi. Memperbaiki MCK mereka. Daripada kita menjalani sebuah ritual “Marah Bersama” (meskipun terakhirnya kita meminta maaf, tetap lebih baik kalau kita tidak memulai suatu keributan… iya kan?), TO bukan penggojlokan! Lebih baik setiap kelompok kerja bakti untuk mengubini setiap rumah yang mereka tumpangi, melakukan kerja bakti membersihkan sampah-sampah, dsb. Masih banyak yang lebih menarik daripada sistem penggojlokan ala Orde Baru yang sudah terbukti gagal… Lebih baik kita merealisasikan apa yang sudah kita buat dan presentasikan dalam charta. Dengan bekal ilmu kita dari sekolah tentunya.

NEGARA INDONESIA BUKAN NEGARA YANG SUKA MENCARI GARA-GARA YANG NEGATIF. Waktu kita merdeka, maka kita menjadi Mercusuar bagi dunia. Contohnya setelah KAA 1955 di Bandung, banyak negara-negara Asia-Afrika yang merdeka!!! Tapi kenapa sekarang mercusuar itu redup?

O, iya. Buat pentas seni di api unggun bagus tuh… Coba kita tambahkan forum diskusi. Diskusi tentang tema yang sedang “hot” termasuk tema seni apapun (musik, sastra, drama,dll) pastinya melibatkan seluruh penduduk desa dipandu sama guru. Diskusi sampe pagi…

Baca koran Kompas tanggal 8 Juni 2007, Minggu di halaman 12. Ada bagian yang membahas tentang forum diskusi dan pementasan seni ini.

Jadi, saran yang saya berikan kepada panitia TO selanjutnya (Pengurus OSIS) ini. Terserah Anda mau menerima atau tidak. Yang jelas, inilah demokrasi. Kebebasan berpendapat (yang pernah dikekang selama 32 tahun, dan sekarang mulai bangkit).

Mohon maaf kalau ada kesalahan. Terima kasih.


Bantu saya…………..melawan nafsu(ego saya)

June 6, 2008

Hufff….. pembaca.

Bantu dong, ada satu mata pelajaran yang paling susah gw pelajarin ni. Namanya pelajaran jihadunnafs atau Jihad melawan nafsu. Selama ini gw emang lebih sering dikuasai nafsu belaka….

Rasanya susah untuk belajar materi yang satu ini. Nafsu memang kadang membutakan…

Pembaca, ada tips?