Kenapa mesti ragu? Toh Tuhan masih ada!

Keraguan! Itu yang harus kusingkirkan dari hidupku! Ya, orangtuaku memang dulu mendidikku dengan cara yang salah, tetapi Alhamdulillah sekarang mereka mulai menyadari kesalahan mereka itu. Dan untuk pelarianku dari masalah ini, seringkali aku melakukan petualangan sendiri. Sendiri bukan berarti aku tak senang bersosialisasi, ada kalanya saat kuajak teman ternyata dia sedang berhalangan, atau ada juga yang menganggap rencanaku aneh. Hahaha, jadi, sudah, berangkat saja. Rasa penasaran menghilangkan keraguanku! Hahaha, tiba-tiba kutemukan jawabannya. Hidup, koleksilah pengalaman! (materi membantu juga).

Ya, benar! Jangan kau lupakan dirimu! Sadari tanggung jawab pribadimu. Sampai detik ini aku masih terus berusaha untuk dapat bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri, self-correction.

***

Untuk menambah pengalaman tentulah harus dilakukan petualangan. Tapi bukan berarti aku harus melakukan apa yang tidak kusuka.  Setiap pribadi punya prinsip yang berbeda satu sama lain yang harus dihormati oleh sesama pribadi. Kita ini bukan hewan Bung! Berikan alasan yang jelas, dan semua akan berjalan lancar. Yaa, aku memang benci penindasan, benci penjajahan, dalam bentuk apapun!

Tapi aku tertarik dengan satu hal ini, yaitu petualangan! Materi yang cukup memang akan membawa kita dalam kesenangan, akan tetapi kalau berlebihan? Sampai akhirnya kita diperbudak oleh materi tersebut? Mungkin kita akan menjadi gila…

Lihatlah kedalam (umumnya) keluarga-keluarga borjuis. Mungkin dari luar mereka tampak senang, pada foto tampak anggun. Tetapi alangkah banyaknya rutinitas-rutinitas yang hanya itu-itu saja. Formalitas. Stagnan! ibaratnya Aku mau keluar, tetapi begitu ada kesempatan, aku bingung harus melakukan apa diluar?

Aku pernah mengalami yan demikian. Ya, memang sulit menghadapi keadaan seperti itu. Tetapi, cobalah langkahkan saja kakimu keluar, dan dunia akan menyambutmu! Kau akan melihat betapa berwarnanya dunia. Progresif tidak stagnan! Tetapi agaknya pengalamanku masih kurang, masih banyak orang yang lebih senior. Masih harus banyak belajar.

Yaa, keraguan. Musuh terbesar dalam hidup. Hhh, memang hidup akan lebih komplit kalau kita sudah merasakan sensasi-sensasi dari petualangan tersebut.

Memang selama bangsa kita dijajah, sikap petualang bangsa kita dikekang, baik oleh instansi-instansi, orang tua, aturan kolot, atau mungkin … diri kita sendiri.

Dari bertualang kita bisa melatih diri untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri, mengerti tanggung jawab pribadi. Dan aku mendapat pelajaran berharga: Tak akan dianggap pemimpin sejati, apabila diri sendiri masih belum mampu dipimpin. Memang jauh lebih susah memimpin diri sendiri.

Dan, penutup. Seperti diawal. Kenapa mesti ragu? Toh Tuhan masih ada!

Leave a Reply