Terima Kasih ya Tuhan

Memang, disaat kita berbeda dari kebanyakan orang ada juga rasa takut. Takut akan tidak bisa menjadi seperti kebanyakan orang, takut dikucilkan, takut dilupakan dan ketakutan lainnya. Tetapi kalaulah kau sudah membuat keputusan, ya jalani keputusanmu itu! Jangan gugup! Aku harus lebih keras memotivasi diri!

Mungkin memang takdirku tidak bisa menjadi seorang pilot atau insinyur yang kucita-citakan sejak kecil. Ya, semua seakan tidak jelas untuk saat ini. Tapi, kalaulah sekarang aku mundur. Itu akan lebih berbahaya lagi! Bismilah, kuputuskan untuk hadapi sajalah. Takdir, qodo dan qodar.

Dan benar juga kata orang, cari pengalaman yang banyak dalam hidup. Hidup cuma sebentar. Yang abadi adalah hidup sesudah mati. Janji Tuhan kepada umatnya yang selalu berbuat baik adalah surga. Semoga aku dan lainnya bisa mendapatkannya. Amin.

Pertemuan Agung Manusia dengan Sang Pencipta Yang Maha Esa. Rasanya, ingin cepat aku bertemu denganmu Tuhan. Banyak yang ingin aku tanyakan. Hahaha.

Terima kasih Ya Tuhan, tanpa perlu jauh-jauh aku ke Tanah SuciMu, pelajaran ini bisa kudapat. Di tanah kelahiranku sendiri.

Terima Kasih ya Tuhan YME!

Berikan aku ketenangan.

6 Responses to “Terima Kasih ya Tuhan”

  1. Visi Says:

    semua orang emang punya ciri khas masing-masing.
    kalo ada yang sama persis, hidup malah jadi nggak menarik.

  2. siska Says:

    bener banget yo! kadang2 gw suka ngerasa gitu. takut kalo2 yang gw lakuin selama ini gak berguna,sedangkan hidup cuma sekali. wahaha ngeri. tapi kan semua itu gw yang milih dan jalanin. sementara Dia akan selalu mengawasi dan menunjukkan arah biar kita nggak nyasar. itu yang selalu gw yakinin.

  3. siska Says:

    oi oi gw link ya blog lw di tempat gw…biar gak ketinggalan info…okeee

Leave a Reply