Sebuah pikiran yang diabadikan dalam bentuk tulisan

blognya ssw

Wawasan Baru

leave a comment »

Akhirnya gw menulis lagi di blog ini, setelah lama gw tinggalkan. Sekarang gw akan menulis dengan gaya agak non-formal. Ok, langsung dimulai aja. Wawasan Baru.

Wawasan baru yang gw dapet kali ini berhubungan dengan perjalan hidup yang gw lalui (baru selama 20 tahun kok, masih sedikit). Mulai dari lulus SMA, diterima di UGM pilihan kedua (fisika MIPA) lalu pertarungan batin antara tetap di fisika atau pindah ke teknik sipil (di Itenas) yang akhirnya dimenangkan oleh satu ungkapan yang gw buat sendiri : “Lebih baik pergi lewat jalan rusak tapi punya Tujuan, daripada pergi lewat jalan mulus tetapi tidak punya Tujuan!”.

Tapi bukan berarti jalan yang gw lewati sekarang itu rusak lho, ibaratnya lo pergi ke Bandung lewat tol padaleunyi, tapi gw pergi ke Bandung lewat jalan lama sebelom jalan tol padaleunyi ada. Tapi ada satu fakta juga nih : para insinyur itu bisa kepikiran membangun jalan tol gara2 sebelomnya mereka sering lewat jalan yang lama kan? Jadi intinya, ada suatu urutan yang harus dilalui sebelum kita bisa “naik kelas” yang pasti bisa menambah wawasan lo dalam memandang kehidupan. Yang mengerikan itu kalo lo lewat jalan mulus, tapi gak punya tujuan, ibarat lo lagi di jalan tol, tapi gak ngerti mau keluar kemana?

Ya, tujuan! Itu yang membuat kita semua bergerak. Bukankah kalau kita punya suatu keinginan, tentu kita akan berusaha mencapai keinginan tersebut? Seperti kalau lapar, maka kita akan bergerak untuk mencari makan. Ah, tetapi kalau sekedar makan kan itu memang sudah suatu keharusan, kalau kita tidak makan ya pasti kita mati. Jadi tujuan yang bagaimana dong?

Menurut gw, tujuan yang gw maksud adalah tujuan terhadap suatu hal yang bisa membuat lo mencari makan di dunia ini. Atau dengan kata lain : Sumber Penghidupan. Mungkin lo bingung dengan kata sumber penghidupan, ada beberapa contoh tentang sumber penghidupan, misal : guru, supir taksi, pilot, masinis, akuntan, insinyur, pedagang, makelar tanah, koruptor?, dsb.

Kenapa koruptor gw masukin? Karena dia bertujuan sama seperti profesi2 yang gw sebut diatas, sama-sama memenuhi hasrat untuk mencari makan. Gak usah munafik lah, lo hidup di dunia ini butuh makan kan? Gimana lo bisa berpikir kalo lo dalam keadaan lapar? Tetapi mengenai koruptor, itu akan dibahas lebih mendalam pada tulisan gw tentang negara (menyusul kalau inget, hehe).

Nah, sumber penghidupan / bisa disebut sebagai profesi/ peran lo di dunia ini yang gw pilih adalah Insinyur Sipil, sebenernya gw merasa beruntung juga setahun di fisika MIPA, disana gw dapet pelajaran tentang filosofi dari berbagai persamaan matematika, menarik juga. :-)   Kembali ke topik sumber penghidupan, tentunya dengan sumber penghidupan itu lo akan berkarya, menghasilkan suatu karya yang bernilai bagi masyarakat, bagi diri lo sendiri, bagi negara, bagi dunia. Dan ukuran dari kualitas atau hasil karya lo kepada masyarakat adalah uang. Memang ada orang yang nantinya akan menghargai lo dengan harga yang tidak pantas, tetapi ada juga yang akan menghargai lo dengan pantas, itu semua tergantung sudut pandang (atau kerangka acuan dalam bahasa fisika) orang2 tersebut. Dan sudah menjadi ketentuan dunia, kalau manusia akan cenderung untuk mencari teman yang bersudut pandang sama dengan dirinya, dan kalau sudah sampai level ini maka akan terbentuk kelas, komunitas, dan di situlah pentingnya menghargai berbagai perbedaan antar kelas itu.

FYI aja, sebenernya yang membedakan orang kaya dan orang miskin itu cuma dari masalah bagaimana cara mereka memandangi hidup aja, orang miskin selalu memandang hidup itu negatif, sedangkan orang kaya itu sebaliknya. Mungkin lo bisa liat petani di desa2, yang kalau menurut perspektif orang kota dia itu miskin, tapi menurut mereka, mereka itu cukup. Cuma masalah cara pandang terhadap dunia aja.

Nah, setelah uraian diatas, pelajaran yang gw dapet lagi adalah tentang cara berprilaku di dunia ini. Gw meminjam motto pasukan elit TNI di negara kita tercinta :-)   BERANI-BENAR-BERHASIL (mottonya KOPASSUS). Gw percaya dengan motto itu, bahwa kalau kita mau hidup ya kita harus berani, misal : kita sedang berada di kamar kos (anggap aja kosnya disamping kuburan tua), malam hari, sepi, perut kita lapar, tentu kita akan pergi mencari makanan kan daripada tersiksa kelaparan? Biasanya kalau sudah dalam keadaan seperti itu kita sudah tidak akan peduli lagi dengan yang namanya ketakutan, pikiran kita sudah fokus pada satu tujuan : makan/mengisi perut. Disinilah keBERANIan itu diperlukan, karena kalau tidak bergerak ya kita akan mati.

Akhirnya kita bergerak ke dapur mencari makan, ternyata hanya ada sebutir telur. Dan tentu kita harus tahu cara mengolah telur itu. Kalau kita mengolah telur itu dengan benar maka kita bisa makan, kalau tidak, ya sudah, tidak makan. Nah, tentu cara mengolah telur itu dengan benar ya dengan cara kita rebus, baru dikupas kulitnya. Sebenernya kalau mau dimakan langsung mentah-mentah juga tidak apa-apa, tapi kan rasanya amis.. Tapi yang ingin gw tekankan disini adalah cara yang BENAR dalam mengolah telur itu, sehinggal telur tadi telah BERHASIL membuat kita kenyang.

Jadi selain berani melakukan sesuatu, kita butuh cara yang benar agar sesuatu itu berhasil. Simpelnya :

BERANI -> BENAR -> BERHASIL

BERANI -> SALAH -> GAGAL

Tinggal pilih mau yang mana? hehehe

Hmm, ini dulu deh yang gw tulis. Berikutnya pengen gw tulis juga nih tentang negara dan ideologi. Karena itu suatu sarana yang penting menurut gw sebagai tempat buat lo berkarya dan mencari penghidupan  :-)

Written by ssw

February 3, 2011 at 9:30 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.