Buat yang suka ngebom, jangan ngebom2 lagi ya nanti pas natal dan tahun baru. Demi kenyamanan bersama…
Teis.
December 8, 2008Nih ada thread dari http://www.kaskus.us/showthread.php?p=56017429
dahsyat gaan, inspiratif!
nih threadnya…
Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan…
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
sia-sia…
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja…
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak
berbuat apa lagi…
Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa
tertekan…
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap
syukur..
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…
TUHAN TAHU…
Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
November 4, 2008Saat ini mungkin sedang heboh-hebohnya para ilmuwan membahas tentang fenomena penyelarasan galaksi yang akan terjadi pada tahun 2012. Coba saja Anda cari data-datanya di internet dan Anda cocokkan dengan keadaan sekarang.
Ok, sekarang mari kita lihat apakah sejarah itu benar-benar pelajaran yang membosankan? Tidak! Mengapa? Karena siapa orang yang tidak senang apabila diceritakan tentang masa kecilnya? hehehe….
Tapi perhatian pembaca sekarang coba fokuskan ke sisa-sisa peradaban kuno di dunia ini. Seperti misalnya Candi Borobudur, Piramida di Mesir, Bangsa Maya, Bangsa Lemuria, dsb.
Ada lagi penemuan baterai purba di Baghdad, legenda Sangkuriang yang mengisahkan tentang proses terbentuknya kota Bandung (ada kecocokan antara penelitian ahli geografi dan legenda tersebut tentang sejarah terbentuknya Kota Bandung, baca buku : Bandoeng, beeld van een stad)
Bukankah itu semua menunjukkan bahwa manusia pernah mencapai suatu era kemajuan teknologi yang (mungkin) lebih modern dan lebih ramah lingkungan daripada masa sekarang? Itulah sepenggal fenomena s e j a r a h yang tidak bisa didapati di sekolah-sekolah umum saat ini. Hampir seluruh sekolah umum mengajarkan sejarah sebatas menghafalkan tanggal suatu peristiwa tanpa mengetahui apa m a k n a dari peristiwa tersebut. Hampir semua hanya mengabdi kepada selembar kertas ujian dan angka sakti yang bernama Nilai. Hei pembaca, apakah Anda merasa cara belajar yang seperti itu adalah cara belajar yang baik?
Memang, kalau menurutku hanya ada satu modal belajar, yaitu rasa ingin tahu. Kemauan untuk mempelajari dan bukan berarti terpaksa. Karena memang kita sebenarnya tunduk pada satu hukum alam yang bernama p r o s e s. Sekarang coba Anda tanyakan kepada para audiophillers, “Menurut Anda, mana yang lebih bagus, rekaman analog dengan piringan hitamnya atau rekaman digital dengan mp3-nya?”. Maksud rekaman yang bagus disini adalah saat didengar(diputar kembali, sound reproducing) enak didengar, noise level rendah, dsb. Mereka pasti menjawa rekaman analog dengan piringan hitamnya. Mengapa? Jawabannya, karena proses pembuatan piringan hitam itu dan rekaman analog memang memakan waktu yang lama, lebih lama dari proses perekaman digital. Tapi, kalau Anda lihat musisi-musisi yang sempat merasakan era rekaman analog, kebanyakan semuanya musisi berkualitas! Sedangkan kalau Anda lihat output dari rekaman digital. Kebanyakan mereka kurang berkualitas. Sekali lagi, mengapa? Itulah Pembaca, saat proses rekaman analog, semua dilakukan s a t u k a l i. Nah, sebelum mereka(musisi) merekam musik mereka. Mereka berlatih dahulu sampai bisa. Baru setelah mereka yakin mereka merekam musik mereka.
Memang, sekarang masih ada yang mempertahankan kualitas (co: Dream Theater lagunya panjang beneerrrrr hehehe…. tapi maennya rapi…) . Tetapi yang ecek-ecek banyak. Mengapa? Karena rekaman digital saat ini dapat membuat Anda tidak perlu susah-susah mengulang dari awal apabila ada kesalahan dalam perekaman musik. Cukup betulkan di bagian yang salah!
Tetapi ini semua kembali ke human factornya. Tujuan utama dibuat rekaman digital adalah mulia, agar proses perekaman lebih efisien. Tetapi ternyata dibalik itu ada yang lebih berbahaya! Yaitu budaya instan! Tak perlu bisa menyanyi bagus, karena nanti bisa dibetulkan dengan komputer (hehehe, teknologi emang pisau bermata dua). Nah, cobalah sesekali Anda bandingkan suara yang dihasilkan dari piringan hitam dan dari mp3.
Hehehe, jadi melenceng nih topiknya pembaca…
Tapi sebenarnya itulah sejarah yang sedang kita torehkan sekarang, sejarah Zaman Digital. Dimana pada zaman ini bilangan biner (bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1) sedang jaya-jayanya. Tapi, sekarang karena instan (yang menggoda) tadi telah membuat alam menjadi tidak seimbang lagi. Entah bagaimanakan kelanjutan dari tinta sejarah yang kita torehkan saat ini nanti.
Yang jelas alam telah memberikan contoh kepada kita, misal: Jarum kompas itu terbuat dari baja. Karena sifat kemagnetan baja sukar hilang tetapi saat kita mau membuat sebuah baja itu menjadi magnet sangatlah sulit. Berbeda dengan besi yang gampang dibuat menjadi magnet, tetapi sifat kemagnetannya mudah hilang!
Jadi, masih mau yang instan-instan?
(Mau lah, Indomi, kalo laper, terus cuma ada itu doang di lemari, terus duit abis…. mau makan apalagi? hehehe…)
sekian!
SSW
Saat di Sekolah
October 23, 2008sebuah c e r p e n (sangat pendek malah… hehehe) :
Siang itu di kelas, sulit aku melihat ke arah whiteboard karena cahaya matahari yang terpantul kuat dari permukaan whiteboard, rasanya memang lebih baik kapur dan blackboard pikirku. Hitam, ya warna itu banyak menyerap cahaya, sehingga tidak menimbulkan pantulan yang mengganggu pandanganku ke blackboard itu. Tapi siang ini pikiranku benar-benar hitam, pusing aku mendengarkan penjelasan guru mata pelajaran itu. Tanpa pembuktian, dia cepat sekali merumuskan. Semua murid disuruh menghapalkan. Bingung aku, rasanya lebih baik aku membaca sendiri buku-buku pelajaran itu di rumah. Huff, kenapa masih ada saja guru seperti itu di zaman sekarang? pikirku.
Akhirnya tiba waktunya istirahat, leganya. Kuputuskan untuk pergi ke perpustakaan saja untuk membaca koran. Memang, selama KBM harian berjalan itu membuatku sulit membaca buku-buku lain yang menarik, setiap hari hanya dicekoki hapalan saja. Pulang sore, langsung tidur. Selesai membaca koran, pas sekali bel masuk berbunyi. Dan, aku baru ingat kalau hari ini ada ulangan saat pelajaran sejarah, tepat setelah istirahat itulah waktu pelajarannya. Akhirnya aku memasuki kelas, dan kulihat semua bingung menghapalkan tanggal dan nama tokoh. Dan aku-pun semakin heran, sampai kapan pelajar-pelajar Indonesia tahan dengan pola belajar yang kacau ini?
MMLB!
October 3, 2008buat semua, selamat idul fitri 1429 H yaaaa….
mohon maaf lahir batin!!
kalo gw bener itu datengnya dari Allah, tapi kalo gw salah itu datengnya dari diri gw sendiri….
ok!
sip!
thx!
Guru
September 20, 2008Suatu revolusi sosial itu bukan hanya monopoli kaum intelektual belaka. Bukan hanya monopoli para pemenang lomba-lomba. Bukan monopoli para penyandang gelar. Tetapi itu adalah milik semua, seperi halnya negara kita yang merdeka dari penjajahan karena semangat merdeka yang tertanam di masing-masing kita punya jiwa. Dalam suatu revolusi tentulah memerlukan peran guru. Guru? Guru apa? Tentulah semua orang yang mengajarkan kepada kita agar kita menjadi manusia merdeka, bebas menentukan nasib sendiri, tidak diperbudak, tidak kelaparan dan kedinginan dan membuka mata kita akan ilmu. Ilmu apapun. Ilmu yang melebihi selembar kertas ujian yang tidak akan ditanya di lobang kubur. Salah besar kalau misalkan ada seorang guru yang berkata, “Karena si A sudah pintar jadi selesailah tugas saya, selanjutnya kalian(yang lain) bisa bertanya ke si A saja”.
Tentu tipe guru yang seperti itu bukanlah tipe guru yang diinginkan oleh seluruh manusia yang berada di dunia. Apalah beda kalau aku tak perlu menggajimu? Hei, para calon pemimpin bangsa janganlah kau bersikap seperti itu.
Tentunya ikutilah guru itu apabila yang ia ajarkan adalah kebenaran.
puisi…
September 10, 2008Waktu disuruh bikin puisi buat dibacain pas bulan Ramadhan gw bingung. Bingung, kan gw jarang baca puisi ke depan penonton. Tapi ya nekat aja begitu nomer urut gw dipanggil, tancep ajaaaa. Nah, ini puisi yang gw bacain :
…
Angin sejuk sepoi berhembus
mentari-pun keluar dari timur
burung-burung keluar dari sarangnya
harmonis…
seakan semua sudah tahu tugasnya masing-masing
sang embun-pun membasahi daun
lalu sang mentari menjadikan air itu menguap dan turunlah hujan ke bumi
hmm… menurutku seperti itulah cinta sejati
ketika semua sudah bisa saling memahami.
(gw bingung mau ngasih judul apa, dari H-1 sampe H-pembacaan belom nemu judulnya…)
hehehe…
SSW
Bermain Musik
September 3, 2008Musik, semua orang pasti suka. Ada yang cuma mendengarkan, ada juga yang memainkan(pemain musik). Tapi ada juga yang mendengarkan dan memainkan. Tapi kalau mau bisa memainkan memang harus mendengarkan musik dulu.
Alhamdulillah, saat ini saya masih diberikan kuping yang baik dari Allah, terimakasih ya Allah.
Dan, jujur saya sangat mengecam hukuman dengan cara dijewer. Merusak kuping. Nah, ini yang mau saya bahas. Cara bermain musik yang asik. Gampang, cukup main dengan “sesuka hati Anda”. Tapi memang ada hal-hal dasar yang harus kita pelajari terlebih dahulu.
Pertama, kita harus tahu tempo! Tempo(bukan majalah)! Tempo itu jiwanya musik. Kalau temponya hancur(ketukannya asal-asalan) tentu jadi tidak enak didengar musik itu. Lalu bagaimana cara melatihnya? Gampang, cukup dengarkan lagu sambil Anda menyentak-nyentakkan jari Anda ke meja atau barang lain. Ikuti ketukan lagu tersebut! Ini sebenarnya sih bersifat refleks, karena setiap Anda mendengar musik pasti ada bagian tubuh yang ikut bergoyang.
Kalau Anda sudah mahir dalam membaca tempo selanjutnya adalah nada. Nada! Ada C-D-E-F-G-A-B berikut dengan kres (nada naik setengah) dan mol (nada turun setengah)-nya. Nah kalau mau mahir dalam memainkan nada Anda harus sering-sering memainkan tebak nada. Caranya pencet sembarang tuts piano lalu tebak nadanya. Biasanya pada pianika nada C diberi tanda diatasnya.
Lalu setelah itu, Anda harus tahu interval nada, Interval itu jarak. Kalau Anda lihat tuts piano, ada tuts yang berwarna putih dan yang berwarna hitam. Nah, Anda perhatikan kalau jarak tuts putih pertama ke tuts putih kedua itu adalah 1 satuan. Berarti jarak tuts putih ke tuts hitam itu adalah setengah satuan. Nah, kalau Anda hitung jarak/interval dari nada C ke B (c-d-e-f-g-a-b) itu akan membuat pola 1-1-0,5-1-1-1
Tapi antara tuts ke 3 dan ke 4 itu adalah setengah satuan, kenapa?
Walaupun dari tuts warna putih ke warna putih, karena dia tidak dilangkahi oleh tuts warna hitam maka ia bernilai setengah satuan.
Nah, selanjutnya adalah playing style, maksudnya adalah cara bermain. Kalau kita mendengar lagu gembira dan lagu sedih tentu berbeda cara memainkan lagunya. Nah, kalau dalam playing style Anda mau mahir, Anda harus sering-sering mendengar jenis lagu apapun. Apabila nanti Anda sudah benar-benar menguasai playing style jenis lagu apapun dengan baik. Tentu semakin membuat bermain musik terasa asik.
Yang saya bahas disini baru sedikit lho… Untuk tangga nada (mayor, minor, diatonik, dsb) itu sih menurut saya cukup dengan mendengarkan segala jenis lagu dan mencoba memainkan lagu tersebut lagi (dengan gitar, piano, dsb) atau Anda mamberikan suatu sentuhan tambahan pada sebuah lagu. Misal ada lagu A sedang diputar. Nah, Anda beri melodi-melodi yang harmonis dari segala jenis alat musik (ember, panci juga boleh biar rame…) seperti gitaris nge-jamm begitulaah…
Dari situ nantinya Anda akan mengenal tangga nada atau pola nada yang akan memudahkan Anda dalam bermain musik.
Sepertinya cukup sekian postingan kali ini. Semoga bermanfat. Oiya, sering-sering bertanya ke orang yang lebih mahir apabila mau ikutan mahir juga. Tapi yang paling penting itu, b e r l a t i h !
SSW
huuuaaahh… (campur-campur)
August 14, 2008udah lama ni gak nulis.
mau nulis apa ya?
tau deh….
ahhh, jam 23:17 ni sekarang. Lagi dengerin lagu di depan komputer sambil ngetik. Bee Gees – I started a joke….
aaaaaaa….
buat yang mau belajar harmonisasi vokal, belajar aja dari lagu-lagunya bee gees, beatles, koes bers, the adams, mocca, ato yang laen-laen…
huuaa, lumayan ngantuk.
jakarta banyak polusi, bikin bego!!!
kalo mau kuliah jangan di jakarta, di daerah yang udaranya seger aja…
Tapi jangan yang alay-alay orang2nya. Suasana kota itu berbanding lurus dengan kualitas dan kuantitas belajar.
Hmmmm, semoga gw diterima di fakultas yang gw senengin. Amin. Tapi bingung ni…
teknik sipil, teknik elektro, ato planologi ya?
belom jelas banget. Yah…. tapi kalo gak kesampean, jadi pemusik aja ah…
huah.. ngantuk ni. Tidur ah….
23:23
prolog puisi perdamaian
June 27, 2008aku gelisah………
apa yang sebenarnya terjadi?
kutuangkan-lah dalam puisi dibawah….
Interpretasikanlah sesuka Anda……..
Posted by ssw
Posted by ssw
Posted by ssw